Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Nama:Hilkhan faluti
Nim:12001157
Kelas:1D
Judul:Aku dan kampungku
Nanga silat adalah kampung ku, bertepatan dengan kabupaten kapuas hulu.Di sini lah asal ibuku, memang itu bukan kampungku karna aku lahir di pontianak akan tetapi aku sering berangkat kesana untuk menuaikan rasa rinduku kepada nenekku tercinta.
Aku mempunyai sanak family yang ramai di sana, mulai dari paman, bibi, abg sepupu, kakak sepupu, dan anak-anak dari sepupu-sepupuku yang telah menikah.tak hanya mempunyai keluarga yang banyak akan tetapi aku juga mempunyai teman di sana, teman sekaligus keluarga yabg ramai.ketika kami berkumpul di waktu pagi kami ingin mencari pohon yang dahannya bisa di jadikan ketapel, kami pun berangjat ke hutan untuk mencarinya, setelah tak lama bersilang waktu kami menemukannya satu persatu, aku dan teman-temanku memperhalus gagang ketepel itu agar ketika di pegang merasa nyaman.
Ketika ketepel telah jadi aku dan teman-temanku malanjutkan perjalanan menelusuri hutan yaitu mencari tempat biasanya burung-burung yang hinggap di tempat tersebut, aku menemukan tempatnya lalu aku dan teman-temanku bersiap-siap mengambil posisi untuk menepel burung-burung itu, maka terjatuh lah beberapa burung tapi kami menepel tidak sampai mengakibatkan kematian kepada burung-burung yang akan kami bawa pulang dan akan kami pelihara nantinya.
Hari mulai siang dan kami belum beranjak pulang dari hutan karna menurut kami anak-anak desa itu hutan adalah segalanya karna kami menemukan pengalaman dan pengajaran melalui hutan bahwa kami harus menjaganya agar tidak terjadi banjir, menjaga pepohonan buah-buahan nya agar mudah di santap ketika kami berada di hutan hehe.ada banyak pohon buah-buahan di hutan tersebut ada buah rambutan, kelengkeng, matoa, rambai, mangga, jambu monyet, jambu, bahkan buah jengkol juga ada di hutan ini jadi kami menganggap hutan ini seperti rumah sendiri hanya berbeda di waktu malam aku tidur di rumah.
Sore pun tiba ini lah waktu aku dan teman-temanku pulang untuk mandi di sungai kampungku,ya masih di jalur sungai kapuas yang ada di kampungku, kami mandi sambil bersenang-senang di sana hingga waktu maghreeb mendekat kami beranjak pulang meninggalkan sungai itu dan bersiap-siap untuk mengerjakan shalat maghreeb berjamaah di masjid.